Postingan

Menampilkan postingan dengan label jalanjalan

Uma Lengge: Menjaga Ketahanan Pangan Masyarakat Bima

Gambar
Menuju Situs Uma Lengge di Desa Maria Tanggal 27 Juli lalu, menjelang shalat Ashar, saya bersama teman-teman dari RS PKU Muhammadiyah Bima menuju Desa Maria Kecamatan Wawo. Titik keberangkatan kami adalah Jalan Gajah Mada, di pusat kota Bima. Dengan mengendarai mobil, kami berangkat ke arah timur. Perjalanan menuju Kecamatan Wawo melewati beberapa jalan yang cukup menanjak dan berkelok. Perlu kehati-hatian ketika berkendara di jalanan Bima. Meskipun jalanan sepi, tidak menutup kemungkinan kita akan berpapasan dengan kendaraan lain dari arah berlawanan yang ugal-ugalan dan tidak mematuhi marka jalan. Gerbang Situs Uma Lengge Setelah 45 menit, sampailah kami di Desa Maria, Kecamatan Wawo. Tidak ada papan penunjuk yang mengarahkan ke situs budaya ini. Pengunjung harus jeli melihat sebuah spanduk kecil yang terpasang di pinggir jalan menuju Desa Maria. Situs Uma Lengge berada di antara permukiman warga. Karena berada di wilayah perbukitan, udara segar menya...

Istana tanpa Singgasana di Asi Mbojo

Gambar
tampak depan museum Cara termudah untuk belajar sejarah ketika berkunjung ke suatu daerah adalah mengunjungi museum. Satu pekan di Bima, Pak Imran, manajer area program kami memilihkan Hotel Lambitu yang tepat berada di tengah kota untuk kami menginap. Lima menit berjalan kaki, saya bisa setiap hari belajar di Museum Kesultanan Bima ‘Asi Mbojo’. Dalam bahasa Bima, ‘Asi’ berarti istana dan ‘Mbojo’ adalah suku bangsa Bima. Kosakata yang mirip dengan kosakata di Jawa, yaitu ‘bojo’ atau istri. Konon, salah satu pendiri Kerajaan Bima berasal dari tanah Jawa dan beristrikan orang Bima sehingga kosakata Mbojo dilekatkan pada istrinya yang berada di tanah ini.   Kesultanan Bima mendapat pengaruh Islam pada abad ke-16. Ketika itu, Bima dipimpin oleh Sultan Abdul Khair. Akan tetapi, baru pada Sultan Abdul Khair Sirajuddin atau Sultan Bima yang ke-2 lah syariat Islam diberlakukan. Hingga saat ini, nuansa Islami masih sangat terasa di kota Bima.   Saksi Sejarah Perkem...

Perempuan-Perempuan Penjaga Tradisi Tenun Baduy

Gambar
Seorang perempuan separo baya duduk tenang di depan alat penenun. Khusyuk ia mulai memintal benang-benang berwarna merah yang dikombinasikan dengan warna biru. Benang-benang tersebut mulai membentuk sebuah kain panjang dengan motif segi empat. Di rumah seberang, seorang perempuan lainnya dengan usia lebih muda melakukan hal yang sama. Ketika mengunjungi kampung Baduy Luar di Desa Kanekes, beranda rumah yang diisi dengan aktivitas perempuan sedang menenun menjadi pemandangan di sepanjang perjalanan. Perempuan suku Baduy menjaga tradisi membuat tenun untuk pakaian mereka. Hampir tiap rumah memiliki seperangkat alat menenun yang terbuat dari sebilah papan dan bambu. Perempuan-perempuan Penenun Seperti halnya suku-suku lain dalam khazanah keragaman seni Nusantara, suku Baduy memiliki kain tenun khasnya sendiri. Kain tenun ini dibentuk dari pilinan benang. Kain tenun Baduy bermotif garis-garis geometris yang terinspirasi dari alam dengan bentuk garis lurus, segi empat, seg...

Catatan Perjalanan: Mengunjungi Kampung Baduy

Gambar
Patung Selamat Datang Menuju Titik Awal Perjalanan Lebaran tahun 2017 ini, saya dan keluarga memutuskan untuk merayakan Idul Fitri di Tangerang, bukan di Jepara, seperti tahun-tahun sebelumnya. Untuk mengisi jeda liburan yang cukup panjang, di hari ketiga Lebaran, kami berkunjung ke Desa Kanekes atau yang lebih dikenal dengan Desa Adat Baduy.                   Sebelum berangkat, kami mempersiapkan banyak hal, terkait transportasi, akomodasi, dan kebutuhan logistik. Beberapa informasi sebelum berangkat ke Baduy saya dapatkan dari beberapa travel blogger yang sudah lebih dulu menjejakkan kakinya ke Desa Kanekes. Untuk transportasi, karena ini perjalanan keluarga, kami menggunakan mobil pribadi dengan ayah saya sebagai sopir andalannya. Soal akomodasi, masing-masing anggota keluarga yang berjumlah enam orang membawa keperluan pribadinya menggunakan tas ransel. Hindari menggunakan tas sl...