Postingan

Menampilkan postingan dengan label refleksi

Lebaran dan Kesenjangan Sosial

Gambar
Menjelang Lebaran apa yang paling ramai? Masjid? Pusat kegiatan agama? Mushola?  Pertanyaan retoris yang akan selalu didengungkan tiap tahun. Sependek penglihatanku, yang paling ramai adalah toko kue dan penunjangnya, seperti penjual perkakas rumah tangga, toko pakaian, ataupun pasar. Beberapa kali kuhampiri Pasar Beringharjo atau Malioboro Mall semua penuh sesak dengan orang-orang yang mengerubungi Sale Pakaian Beli 1 Gratis 1. Seperti yang juga kulakukan. Toko kue pun tak kalah ramainya. Toko cemilan Sukses kemarin berhasil menyukseskan kemacetan jalan Jogja menjelang Lebaran. Tokonya penuh sesak dengan orang-orang yang berburu cemilan.  Soal kue Lebaran dan aneka cemilan, momen Lebaran selalu menjadi ajang silaturahmi atau 'open house' istilah keren ala-ala masyarakat kekinian. Lazimnya orang Indonesia, tentu akan menyuguhkan panganan untuk tamu-tamu yang hadir. Orang-orang akan berlomba-lomba menyediakan kue lebaran. Tiga sampai lima macam belumlah pantas. Semakin...

Memaknai Puasa

Gambar
Setelah berhari-hari berpuasa, aku memaknai puasaku sendiri. Adakah aku sudah menahan diri untuk tidak makan dan minum di siang hari? Rasa-rasanya tidak sepenuhnya demikian. Usiaku sudah 27 tahun, sudah wajib puasa sejak 16 tahun lalu. Puasaku masih sama seperti pertama kali aku belajar puasa. Masih kerap membayangkan makanan-makanan yang enak.Jangan-jangan, seperti kata Gus Mus, puasaku hanya memindahkan jam makan dan minum pada saat terbenamnya matahari.  Seharusnya puasaku beranjak dewasa. Tidak hanya sekadar menahan lapar dan haus saja.  Ada yang lebih penting dari itu. Bagaimana aku melatih pikiranku untuk tidak memikirkan hal-hal yang dilarang Allah. Bagaimana aku melatih pendengaranku, penglihatanku, pembicaraanku pada sesuatu yang baik yang menjadikanku manusia yang baik. Syukur-syukur bisa bermanfaat untuk orang lain. Pada satu masa, puasaku bersanding dengan konsumerisme. Sebulan sebelum berpuasa, aku tidak menyiapkan diri dengan ilmu, padahal sebuah kegiatan...