Postingan

Wanita: antara Peran di Ranah Privat dan Publik

1.        ( Tulisan ini pernah saya muat di Catatan Facebook tahun 2013 ) Sejak emansipasi wanita mulai digambar-gemborkan era Kartini, menjadi perempuan yang terdidik dan menempati posisi atas di ranah publik tidak lagi menjadi hal aneh bagi wanita saat ini. Beberapa posisi tinggi di negara kita berhasil menempatkan perempuan menjadi pemimpinnya. Sebut saja, Megawati yang berhasil menjadi Presiden RI, Sri Mulyani Indrawati yang dulunya dikenal sebagai Menteri Keuangan, berhasil menjadi direktur pelaksana Bank Dunia, dan menjadi wanita pertama di Indonesia yang menduduki jabatan penting tersebut, dan masih banyak nama-nama tokoh wanita yang berhasil menduduki posisi yang rasanya “gak mungkin” untuk dicapai.Saat ini, gak ada kata gak mungkin untuk seorang perempuan menempati posisi-posisi strategis di ranah publik. Oke, hal di atas mungkin sudah banyak yang menulis dan mengkritisi. Di Indonesia, kebanyakan wanita berpendidikan memilih untuk ...

5 Soto Terenak di Sekitar Kampus UGM versi Aulia

Sebagai orang yang hobi makan, merangkum berbagai warung makan dengan harga miring dan rasa yang maknyus adalah suatu hal yang penting. Kali ini, saya mengangkat tema soto, makanan khas Indonesia. Dipercaya, soto adalah hasil penciptaan rasa warisan kolonial. Kuah panas berpadu bumbu rempah-rempah menjadi andalan pemanja lidah wong Londo yang menduduki Indonesia. Sumpah, soal ini saya agak ngawur. Hahaha.. Di Jogja, kota yang membesarkan saya selama tujuh tahun belakangan ini, soto menjadi menu sarapan wajib. Ditambah udara pagi Jogja yang dingin memang membutuhkan makanan berkuah panas segar. Gak muluk-muluk, saya merangkum lima soto yang lokasinya gak jauh dari kampus kebanggaan, Gadjah Mada. Soto-soto ini saya rangkum tanpa adanya analisis ilmiah apapun. Saya hanya mengandalkan kepekaan lidah saya terhadap makanan berjenis enak dan enak banget. Soal selera, memang gak bisa diperdebatkan, kata Bang Iwan Fals. Dan saya percaya itu. jadi, kalau menurut pembaca rasa soto-soto d...

Semacam Kontemplasi

                Halo, akhirnya menulis yang santai-santai lagi setelah sekian lama bergelut dengan paper kuliah. Ada banyak hal yang terpikirkan akhir-akhir ini. Semacam kontemplasi tapi entah daam entah terlalu cetek. Semacam nanya terus tapi gak ketemu jawabannya. Semacam galau terus tapi belum tau apa obatnya. Setahun sudah belajar di Kajian Budaya Media. Saya berkenalan dengan Stuart Hall, walaupun belum paham-paham banget. Untuk ini, maafkan saya dosen-dosen yang budiman. Kenalan lagi sama Foucault yang dibaca Fuko, kenalan lagi sama Baudrillard, kenalan sama Bourdieu yang cara bacanya hampir sama kayak Borju. Kenalan juga sama Simone de Beauvoir. Berbagai pemikiran orang-orang pinter itu terus bergelayut dalam otak saya. Harapan saya sederhana : saya pengen jadi orang yang paham teori dari tokoh-tokoh tersebut dan bisa mendialogkan dalam korpus-korpus yang berseliweran di dunia nyata. Nyah nyoh. Di ...

Sate Klathak, Rasa Nikmat di Jeruji Sepeda

Gambar
Seperti biasa, Sabtu sore ini, Jogja padat dan sesak. Terlebih tanggal merah, hari libur perayaan Waisak. Jogja yang selalu ramai oleh wisatawan, terutama pada akhir pekan, membuat kota ini terasa ketat. Menghilangkan jenak, kami menuju selatan dari kampus Gadjah Mada ke arah kawasan Jalan Imogiri Barat, Bantul. Diiringi mendung yang menggelayut, kami menaiki motor dengan kecepatan sedang. Ada sesuatu yang khas di lokasi itu yang ingin kami nikmati. Ya, kami berniat memanjakan lidah dengan kuliner sate klathak khas Bantul. Jika traveler berkesempatan mengunjungi Jogja dan bosan dengan kuliner di kota, tidak ada salahnya untuk mencicipi aneka kuliner di kawasan ini. Kami melewati jalur dalam kota hingga menemui perempatan antara Kota Yogyakarta tepatnya terminal bus Giwangan dan ring road timur. Memasuki kawasan Jalan Imogiri Barat, sepanjang jalan mudah ditemui aneka makanan pilihan. Ada soto, bakso, dan mi ayam. Ketiga makanan tersebut adalah makanan “sejuta umat” ka...

“Tidak ada larangan dalam belajar,” – Sekolah (m)Brosot.

Sabtu (11/05), kami berencana mengunjungi sebuah sekolah alam di daerah Brosot, Lendah, Kulon Progo. Sekolah ini terletak di perbatasan Kabupaten Bantul dengan Kabupaten Kulon Progo. Perjalanan dimulai pukul 10 pagi dari kawasan Bulaksumur, Sleman. Kami mengambil jalur tengah, melintasi Tugu Jogja, daerah Bumijo, hingga sampai di Jalan Bantul. Perjalanan kami lancar, hanya terik matahari Jogja yang menyengat yang membuat perjalanan rasanya melelahkan. Jalanan Jogja tidak terlalu padat walaupun sedang penuh wisatawan yang berlibur akhir pekan. Sampai di alun-alun Kabupaten Bantul, kami mengambil arah ke Kulon Progo. Kedatangan kami di Kulon Progo disambut indahnya Sungai Progo yang masyhur dengan penambangan pasirnya. Jembatan yang membentang di atas sungai tampak gagah menyambut kami. Sekolah Brosot lokasinya tidak jauh dari jembatan Progo. Kami hanya butuh berjalan lagi sekitar 300 meter untuk sampai di sana. Sekolah ini letaknya menyatu dengan perkampungan warga di Dusun Broso...