Postingan

Tentang Perbedaan Pandangan

Kantor pagi ini rame. Kepala kantor kami membicarakan rencana aksi dari ikatan mahasiswa yang ingin berdemo di depan rumah Buya Syafii Maarif. Demo itu berdasarkan atas tindakan dan ucapan Buya di Indonesia Lawyers Club (ILC) terkait aksi 4 November beberapa hari lalu. Tidak mengherankan memang ketika seorang tokoh didemo oleh sebuah golongan yang tidak sepakat dengan ucapan, tindakan, dan keputusannya. Di Jakarta, juga ada demo serupa. Ela Nofitasari, sekretaris dari pimpinan pusat ikatan diminta mengundurkan diri karena mendeklarasikan diri menjadi salah satu anggota Gadis Ahok, kelompok perempuan pendukung Ahok sebagai Gubernur Jakarta. Bahkan berbagai petisi online bermunculan dengan alasan yang kurang jelas kenapa kita harus menandatangani petisi tersebut. *** Media massa dalam pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung serentak di Indonesia pada 2017 nanti berhasil memecah belah pandangan politik orang dan golongan. Persyarikatan ini, yang lahir dari embrio sosial Ahmad ...

Jalan-jalan ke Kota Manado (1)

Hampir sebulan lalu, saya mendapat tugas luar kota untuk mengikuti bulan Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh BNPB di Manado. Acara ini diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Indonesia. Mendapat perintah untuk berdinas ke luar kantor (baca: jalan-jalan) tentu hati senang bukan kepalang. Saya berangkat dari Jogja pada Selasa sore bersama dua senior kantor. Pesawat transit di Kota Makassar sebelum akhirnya mendarat di kota Manado. Jam menunjukkan pukul 23.00 Wita ketika kami mendarat di Bandara Sam Ratulangi. Di bandara, kami sudah ditunggu oleh 3 orang rekan-rekan relawan dari Manado yang akan membawa kami menuju hotel di pinggir Pantai Boulevard, sekitar 45 menit lokasinya dari bandara. Itupun kalau gak macet. Di sepanjang perjalanan menuju hotel, saya mengamati suasana Kota Manado. Hampir tengah malam dan kota ini masih ramai saja. Di beberapa warung makan, masih banyak orang yang berkumpul menikmati makanan at...

Ruang Privasi

Enam bulan sudah saya beraktivitas di Gedung Muhammadijah jang dibangoen dengan dana himpunan dari oemat. Gedung ini berusia tua, dari sebuah plakat kecil yang ditempel di sisi kanan gerbang gedung, kita bisa melihat catatan waktu gedung ini mulai beroperasi. Gedung ini tidak nampak seperti kantor administratif dengan banyak urusan dan kegiatan di dalamnya. Dari luar, malah seperti tempat pengajian buat bapak-ibu usia paruh baya. Hehe, ampun, Bos.  Tiap Senin sampai Sabtu dengan jam kerja dari jam 8.00-16.00 sore, saya berkegiatan di lantai dua, menempati sebuah ruangan yang merupakan dua ruang besar yang disatukan. Kantor saya, Lembaga Penanggulangan Bencana, kadangkala sesuai dengan nomenclatur namanya mirip seperti sebuah ruangan yang terdampak bencana. Kardus berisi logistik di mana-mana, kertas dan buku yang awalnya tertata rapi lalu datang relawan dari berbagai daerah kemudian jadi berantakan, dengan banyak toples berisi cemilann ber-MSG tersaji di meja tamu dan meja par...

Apa Fungsi Trotoar?

Sore ini saya menemani Senja mengerjakan Pr ppkn. Pertanyaan pertama, "Trotoar di jalan berfungsi untuk ... ". Senja yang masih kelas satu kebingungan menjawab karena dia belum paham konsep trotoar itu apa. Lalu saya beri penjelasan tentang 'trotoar'. Bahwa trotoar adalah sebuah tempat yang ada di kanan dan kiri bahu jalan, biasanya bentuknya lebih tinggi beberapa meter dibanding jalan raya. Sedikit-sedikit Senja mengangguk, mungkib mulai paham. Lalu saya bilang kalau di depan SD-nya, di SD Muhammadiyah Kauman juga ada trotoar. Kemudian, sekali lagi saya tanya, trotoar berfungsi untuk apa? Senja malah jawab, "kalau di depan sekolahku, trotoarnya dipake buat jualan angkringan, Mbak." Toeng. Sontak saya ngakak. Antara lucu dan miris. Benar juga jawaban Senja. Di hampir semua titik di kota besar, trotoar memang sudah beralih fungsi menjadi tempat mangkal pedagang kaki lima ataupun jadi lahan parkir ilegal. Pejalan kaki yang menjadi minoritas harus mengala...

Jogja Outdoor Show dan Hasrat Gaul Anak Muda

Tanggal 3 sampai 6 November ini bertempat di GOR UNY dihelat sebuah event yaitu Jogja Outdoor Show atau JOS. Event ini adalah kali kedua yang dilaksanakan di Jogja setelah tahun lalu diadakan bertempat di Gedung LPP Jalan Solo. Sebelumnya, event ini juga digelar di Kota Malang. JOS menghadirkan 50 brand penyedia produk outdoor dari seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebetulan, di event ini saya membantu senior menjaga stand miliknya dengan brand Jogja Adventure Kids yang berfokus pada produk dan program khusus untuk anak-anak. Sembari menjaga stand, saya mengamati riuhnya suasana pameran mulai hari pertama. Event ini tidak hanya berisi penjualan produk, tapi juga diselingi dengan talkshow tentang wisata maupun pelatihan singkat mengenai ilmu survival dasar yang biasa diajarkan di komunitas pecinta alam. Pengunjung yang hadir didominasi oleh anak muda kalangan mahasiswa, sebagian kecil orang tua beserta anaknya. Saya juga melihat banyak orang yang keluar dari GOR UNY...

Bersih

Dalam buku Fikih Islam terbitan manapun, baik penerbit yang berafiliasi dengan Muhammadiyah maupun NU, bab pertama fikih adalah bagian Thaharah atau bersuci. Jelas bahwa Allah SWT menyukai hal-hal yang bersih dan mengajak umat-Nya untuk menjaga kesucian diri. Jadi, kalau kamu mengaku Islam tapi males mandi, males sikat gigi, gak pernah bersihin kamar, gak pernah mau membersihkan sisa makanmu dan meninggalkan bekas kotak makanmu di meja publik. Itu bukan Islam namanya. Islammu bukan hanya dilihat dari sorban atau jilbab panjang yang kamu kenakan. Islammu tidak dilihat dari kemarahan akibat emosi sesaat. Islamku bersih. Islamku ramah.

Belanjalah di Warung Kelontong Dekat Rumah

Gambar
Setiap kali barang kebutuhan sehari-hari di rumah stoknya habis dan tiba waktunya kami berbelanja, bapak selalu berpesan pada mama dan kami semua anak-anaknya agar selalu berbelanja di warung kelontong milik tetangga yang ada di kanan kiri rumah kami. Di lingkungan rumah kami yang berlokasi di komplek perumahan sederhana di Kota Tangerang, seingat saya di gang rumah ada empat warung kelontong kecil. Selain ke pasar, tiap kali gula, minyak sayur, garam, sabun, ataupun sampo habis, kami selalu membeli bergantian ke empat warung tersebut. Waktu bapak menasihati kami, Indomaret dan Alfamart memang belum seramai sekarang ini sehingga mau tidak mau, kami pasti berbelanja di warung tersebut. Mulai tahun 2002-2003, satu per satu toko waralaba tersebut hadir di komplek rumah kami. Awalnya Indomaret yang ada di seberang komplek. Dulu, tiap pulang sekolah, saya beberapa kali mampir ke Indomaret dengan alasan ngadem karena AC nya cukup menyejukkan setelah hampir 40 menit berada di angkot da...

Salon: Tempat Pelarian Perempuan Kelas Menengah

Bahwa sejarah berdirinya salon dan mall sebagai tempat pelarian kelas menengah Barat akibat domestifikasi perempuan memang benar adanya. Alasan tersebut sekarang bergeser, salon dan mall gak hanya sebagai pelarian atas domestifikasi perempuan, tapi juga ruang pelarian perempuan-perempuan pekerja dari rutinitas dan beban pekerjaan yang sepertinya gak habis-habis, juga bagi mahasiswa Jogja yang didominasi dari kalangan kelas menengah. Maka, Flaurent Salon dan Spa yang cukup terkenal di kalangan mahasiswi Yogyakarta hadir untuk memenuhi hasrat tersebut.  Siang tadi di salon, agak sedikit nggaya setelah berhasil mengumpulkan sisa uang bulanan, saya merasakan nikmatnya jadi kelas menengah yang bisa dengan mudah membelanjakan uang untuk gaya hidup. Salon, toko buku, dan toko baju belakangan menjadi pelarian saya dari berbagai rutinitas dan kepenatan. Sambil dipijit mbak-mbak salon, saya berpikir betapa Flaurent pintar menangkap peluang di bisnis gaya hidup. Flaurent Salon dan Spa pun...

Barangkali Suatu Hari Nanti

Barangkali suatu hari nanti, aku dan kamu duduk berdampingan di kursi cantik setelah kamu menjabat erat tangan ayahku. Barangkali suatu hari nanti, aku menungguimu kembali dari kantor atau workshop atau dari manapun tempatmu berkreasi dengan ide-idemu. Barangkali suatu hari nanti, kamu menungguiku kembali dari tugas luar kota dengan wajah penuh rindu. Barangkali suatu hari nanti, kita akan berdiskusi tentang kehidupan yang semakin lama semakin unik ini. Barangkali suatu hari nanti, kamu membersamaiku mewujudkan cita-cita kita yang kebetulan sama. Barangkali suatu hari nanti, kamu mengabadikan diriku yang asyik berkegiatan bersama anak-anak melalui kamera pocket-mu. Barangkali suatu hari nanti, kita berdua duduk bersama menikmati senja. Barangkali suatu hari nanti, kamu mengajak anak-anakmu ke puncak gunung, sesuai dengan kebiasaanmu di waktu muda. Barangkali suatu hari nanti, aku dan kamu bersama anak-anak kita berlarian di pantai sembari anak-anak belaja...

Nihil

Saya lagi gak punya ide buat menulis. Sudah ya.

Jogja Ora Didol

Gambar

Dolanan

Gambar
Yo prakanca dolanan ing njaba Padhang mbulan padhange kaya rina Rembulane kang ngawe-awe Ngelikake aja turu sore-sore.

#pembelaan

Gambar
Teman saya: Selamat sore, Pak. Saya mau komplain. Kenapa kok kegiatan pengaspalan jalan dilakukan sore hari? Kenapa gak malam hari saja? Ini kan waktunya orang-orang pulang dari tempat kerja menuju rumah. Jalanan jadi macet gini, Pak. Polisi: Sore, Mas. Ini saya juga sudah saya panggil mandornya. Tapi gak datang-datang sampai sekarang. Mereka belum koordinasi sama saya. Teman saya: Oke, Pak. Saya cuma mau komplain saja. Tolong koordinasinya, Pak. Biar gak bikin macet sepanjang ini. Polisi: Oke, Mas. Terima kasih. *aksi nyeleneh teman saya sore tadi. Katanya, daripada aku cuma misuh gak karuan karena macet, lebih baik tegur langsung ke petugas.

Batik

Tulisan ini berangkat dari hasil chattingan sama Ilmi. Soal batik yang dijadikan salah satu warisan dunia oleh Unesco. Kenapa harus batik? Bagaimana nasib ulos, tenun ikat, dan tenun lainnya. Bagaimana dg batik papua yg muncul belakangan, hasil nodifikasi dari seniman Papua?

Sumpah, Pemuda!

"Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda(i)," - Tan Malaka. Selamat hari Sumpah Pemuda. Karena kalau sudah tua, orang akan lebih realistis dan lupa dengan idealisme di masa muda.

#pemaknaan

Tiap kali memfasilitasi kegiatan outbound pelajar SD, saya berdoa semoga orang tua tidak ikut campur dan turun ke lapangan. Kenapa? Berdasarkan pengalaman yang sudah-sudah, sebagian orang tua hanya menjadi penghambat keberanian dan kepercayaan diri anak. Contoh kasusnya begini. Hari ini outbound dari siswa kelas 2 SD Muhammadiyah Sapen. Si anak, sebut saja Azka sangat aktif dan berani untuk menyeberangi jembatan bambu. Akan tetapi si ibu sangat khawatir akan kesehatan anaknya. Padahal sedari awal acara saya lihat anaknya aman-aman saja. Di tengah perjalanan, ibunya teriak bahkan memarahi anaknya agar menghentikan permainan. Si anak marah karena ia merasa bisa. Saya menengahi dengan menenangkan si ibu dan menyemangati anaknya. Pelajaran buat saya hari ini, tanpa disadari salah satu penghambat diri kita untuk maju adalah diri kita sendiri. So, buat apa takut kalau masih ada beribu alasan untuk berani?

Segelas Teh Hangat

Gambar
Foto ini diambil ketika mereka-mereka tengah jenuh dengan tugas kesekretariatan seminar dan temu alumni. Setelah keluar dari kamar kosnya Rhea yang dinginnya 21°C, kami sama-sama memesan teh hangat. Saya teringat dengan salah satu adegan dari mini film Line "Nic & Mar", kata Mariana Renata di film itu, ketika kita sedang gak enak hati dan pikiran, coba minum teh hangat sambil memejamkan mata. Lalu bayangkan hal-hal yang indah. Maka, saat kita membuka mata kita kembali, hati dan pikiran menjadi tenang. Dan mereka pun melakukan itu sedemikian rupa.  Bedanya, di film tersebut waktu Mariana membuka mata, di depannya ada Mas Nicholas Saputra lagi senyum. Sedangkan kami? Disenyumi tukang mi ayam yang nganterin pesanan.  Selamat malam. Semoga harimu menyenangkan :)

Kemana Perginya Sumbangan?

Sudah mafhum bagi kita warga Indonesia akan adanya bencana alam. Banjir, gunung neletus, tanah longsor, gempa, dan terakhir kebakaran hutan yang menyebabkan sebagian daerah di Sumatra dan Kalimantan terkena kabut asap. Kalau yang kabut asap ini, beberapa publikasi menyebutkan selain dipicu oleh kemarau panjang juga dikarenakan kegiatan pembakaran hutan yang disengaja. Kaitannya dengan perluasan lahan usaha dari beberapa perusahaan. Bencana alam tentu menimbulkan banyak korban. Entah korban materi dan non materi. Juga korban perasaan. *iyuh* Tentu korban-korban itu perlu banyak bantuan dari pihak-pihak luar yang mampu. Akhirnya, banyak lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat luas dan membagikan kepada para korban. Selain dari lembaga semacam PMI di pihak negara atau Rumah Zakat di pihak swasta juga muncul gerakan inisiatif dari warga. Media sosial memiliki andil dalam gerakan sosial ini. Beberapa orang hanya menuliskan kicauan di twitter lantas di-retweet oleh orang l...

Kalah

Gambar
Pelajaran hidup yang juga penting tapi seringkali luput diajarkan oleh para tetua dan mahaguru adalah penerimaan atas kekalahan. Pembelajaran mempersiapkan diri kita untuk menjadi pemenang, tapi lupa mempersiapkan diri juga untuk kalah. Sedih, pasti ketika kalah. Patah semangat, juga ada. Semua perlu dirasakan. Namun ada porsi dan waktunya sendiri. Jangan lupa segera bangkit setelah kalah. Jangan lupa bersiap bahwa hidup terdiri atas dua sisi. Menang dan kalah.

Selamat Hari Santri Nasional?

22 Oktober 2015, Presiden Jokowi mendeklarasikan Hari Santri Nasional di Masjid Istiqlal Jakarta. Bersama Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Jokowi menepati salah satu janji kampanyenya yaitu menjadikan satu hari di bulan Muharram sebagai Hari Santri Nasional. Banyak pihak yang setuju dan juga yang tidak setuju terkait dengan keputusan ini. Saya berada di pihak yang tidak setuju. Ada banyak alasan kenapa saya menolak ditetapkannya Hari Santri Nasional. Tentu bukan karena saya pernah jadi aktivis mahasiswa Muhammadiyah. Pertama, soal definisi santri sendiri. Siapakah mereka? Mengapa keberadaannya perlu diperingati? Jika kita memakai pandangan sederhana, santri itu identik dengan tradisi pendidikan warga Nahdliyin. Sedangkan di Muhammadiyah, jarang sekali dikenal istilah santri pada pola pendidikannya. Walaupun, Muhammadiyah juga memiliki pesantren dan sekolah berasrama di amal usahanya. NU dan Muhammadiyah sendiri adalah 2 ormas besar Islam di Indonesia yang keduanya saling ...