Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2016

Belajar dari Anak-anak

Gambar
6.15 pagi ini saya mruput ke Kulon Progo. Keluar dari komplek kos menuju ring road, saya berpapasan dengan seorang anak SD yang bersepeda menuju sekolahnya. Pagi banget, batin saya. Padahal jam sekolah mulai jam 7.00. Itupun kalo gurunya gak ngaret. Hahaha.. 

Lalu, saya melihat ke diri saya sendiri, kalau ada kuliah jam 7.00, saya selalu berangkat 5 menit sebelum kelas dimulai. Jam kantor pun yang harusnya jam 8.00, tapi saya baru berangkat jam 8.30. Maafkeun saya..
Kemarin di Tangerang, dua anak tetangga saya yang seusia balita bermain bersama. Gisel dan Iyin namanya. Gisele ini seorang anak dari orang tua yang beragama Protestan, sedangkan Iyin adalah anak dari tokoh agama di RT saya. Ketika mereka bermain, Gisel dan Iyin bilang ke kami, walaupun agama kita berbeda, kita tetap main bareng lho.
Ingatan saya lalu tertuju ke kasus 'besar' yang sekarang lagi heboh. Soal toleransi beragama di Indonesia yang makin lama makin gak jelas makna dan implementasinya. 
Maka, saya belajar dar…

Review blog: Tanya Eirena

Kemarin, waktu bos Wafiq minta buat nge review blog Tanya Eirena, kupikir dia nyuruh aku buat n(t)anyain ke Eirena.Ternyata itu nama seorang gadis KBM angkatan 2016 dari Universitas Bra-wijaya. Maafkeun aku yang kuper ini.

Membaca blog nya Mbak Tanya ini seru sekali, kayak balik lagi ke awal kuliah semester 1 yang isinya cuma bolak-balik kantin, naik turun antar lantai di kampus dengan alasan modusin mahasiswa prodi lain, duduk-duduk selo si bawah pohon Bodhi, dan malemnya nongki di Manut Nite ngerasani orang-orang.

Di bagian yang Mbak Tanya nulis tentang Kakak Levi, ngingetin saya sama temen jaman SMA yang nge-fans banget sama Kakak Riza Pahlevi. Emang sih, siapa yang gak mengidolakan kakak  Levi, apalagi kalo pas dia nyanyi lagu Glenn Fredly sambil akustikan. rasanya pengen  teriak, gombalin aku, Kak~

Oiya, saya suka puisinya yang rasanya ingin blablabla. Itu kayak proyeksi dari perempuan-perempuan di KBM yang ngalamin quarter-life-crisis ya?hahaha..

Oke, sekian review saya. Selamat…

Masuk Partai Politik

Pagi tadiwaktu gue asik ngabisin sarapan nasi uduk balado jengkol favorit, bokap gue secara random nanyain kemungkinan gue masuk parpol.
Bokap(B): Mbak, kamu gak berminat gabung parpol?
Gue (G): Tumbenan amat, Pak, nanyain politik.
B: Ya kan kerjaanmu sekarang deket sama begituan. Apalagi kuota perempuan dibutuhin banget loh.

Obrolan kami ngegantung gitu aja karena nyokap ngajakin gue ke pasar. Alasannya mau dibeliin baju. Padahalmahkagak.
*
Di jalan sama nyokap, kita ngelewatin RW sebelah yang dari kemarin kebanjiran gegara air tanggul meluap.

Gue cuma ngedumel aja ke nyokap. Bahas soal daerah resapan air yang malah jadi perumahan baru.

Nyokap gue mungkin bete kali yak denger ocehan gue. Trus dia nasehatin gue buat mempertimbangkan saran bokap untuk masuk parpol terus jadi calonlegislatif Dapil Kecamatan Periuk.

"Biar kamu punya saluran untuk nyampein kegelisahanmu, Mbak!" tutup Nyokap sambil milih cabe.

Jalan-jalan ke Kota Manado (2)

Manado, 12 Oktober 2016.

Pagi ini saya dan 2 rekan lainnya bersiap menuju kawasan Mega Mas Kota Manado, tempat berlangsungnya pameran Pengurangan Risiko Bencana. Bersama dengan BPBD se-Indonesia Raya, perwakilan provinsi, dan berbagai NGO yang bergerak di bidang bencana, kami mendirikan pameran sekaligus mensosialisasikan program yang diusung oleh masing-masing lembaga.

Pukul 7.30 kami sudah sampai lokasi. Matahari pagi menyapa kami. Lokasi pameran yang tepat berada di pinggir pantai berhasil membuat kami kepanasan. Dengar-dengar dari penduduk setempat, kawasan Mega Mas ini adalah hasil dari reklamasi pantai 16 tahun lalu. Acara bulan PRB dibagi di empat tempat, kawasan Mega Mas untuk pameran, penanaman dan konservasi mangrove di Pantai Bahowo, pelatihan klaster kesehatan di Hotel Grand Sahid Kawanua, dan konferensi (seminar/workshop) para pemangku kebijakan di Hotel Novotel.

Sedianya, acara dibuka pukul 8.00 Wita oleh Ketua BNPB, Willem Rampangiley dan Gubernur Sulawesi Utara. Akan t…

Tentang Perbedaan Pandangan

Kantor pagi ini rame. Kepala kantor kami membicarakan rencana aksi dari ikatan mahasiswa yang ingin berdemo di depan rumah Buya Syafii Maarif. Demo itu berdasarkan atas tindakan dan ucapan Buya di Indonesia Lawyers Club (ILC) terkait aksi 4 November beberapa hari lalu. Tidak mengherankan memang ketika seorang tokoh didemo oleh sebuah golongan yang tidak sepakat dengan ucapan, tindakan, dan keputusannya.

Di Jakarta, juga ada demo serupa. Ela Nofitasari, sekretaris dari pimpinan pusat ikatan diminta mengundurkan diri karena mendeklarasikan diri menjadi salah satu anggota Gadis Ahok, kelompok perempuan pendukung Ahok sebagai Gubernur Jakarta. Bahkan berbagai petisi online bermunculan dengan alasan yang kurang jelas kenapa kita harus menandatangani petisi tersebut.

***

Media massa dalam pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung serentak di Indonesia pada 2017 nanti berhasil memecah belah pandangan politik orang dan golongan. Persyarikatan ini, yang lahir dari embrio sosial Ahmad Dahla…

Jalan-jalan ke Kota Manado (1)

Hampir sebulan lalu, saya mendapat tugas luar kota untuk mengikuti bulan Pengurangan Risiko Bencana yang diselenggarakan oleh BNPB di Manado. Acara ini diikuti oleh bapak-bapak dan ibu-ibu perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah se-Indonesia.

Mendapat perintah untuk berdinas ke luar kantor (baca: jalan-jalan) tentu hati senang bukan kepalang. Saya berangkat dari Jogja pada Selasa sore bersama dua senior kantor. Pesawat transit di Kota Makassar sebelum akhirnya mendarat di kota Manado.

Jam menunjukkan pukul 23.00 Wita ketika kami mendarat di Bandara Sam Ratulangi. Di bandara, kami sudah ditunggu oleh 3 orang rekan-rekan relawan dari Manado yang akan membawa kami menuju hotel di pinggir Pantai Boulevard, sekitar 45 menit lokasinya dari bandara. Itupun kalau gak macet.

Di sepanjang perjalanan menuju hotel, saya mengamati suasana Kota Manado. Hampir tengah malam dan kota ini masih ramai saja. Di beberapa warung makan, masih banyak orang yang berkumpul menikmati makanan atau (mung…

Ruang Privasi

Enam bulan sudah saya beraktivitas di Gedung Muhammadijah jang dibangoen dengan dana himpunan dari oemat. Gedung ini berusia tua, dari sebuah plakat kecil yang ditempel di sisi kanan gerbang gedung, kita bisa melihat catatan waktu gedung ini mulai beroperasi. Gedung ini tidak nampak seperti kantor administratif dengan banyak urusan dan kegiatan di dalamnya. Dari luar, malah seperti tempat pengajian buat bapak-ibu usia paruh baya. Hehe, ampun, Bos. 
Tiap Senin sampai Sabtu dengan jam kerja dari jam 8.00-16.00 sore, saya berkegiatan di lantai dua, menempati sebuah ruangan yang merupakan dua ruang besar yang disatukan. Kantor saya, Lembaga Penanggulangan Bencana, kadangkala sesuai dengan nomenclatur namanya mirip seperti sebuah ruangan yang terdampak bencana. Kardus berisi logistik di mana-mana, kertas dan buku yang awalnya tertata rapi lalu datang relawan dari berbagai daerah kemudian jadi berantakan, dengan banyak toples berisi cemilann ber-MSG tersaji di meja tamu dan meja para staf.…

Apa Fungsi Trotoar?

Sore ini saya menemani Senja mengerjakan Pr ppkn. Pertanyaan pertama, "Trotoar di jalan berfungsi untuk ... ". Senja yang masih kelas satu kebingungan menjawab karena dia belum paham konsep trotoar itu apa. Lalu saya beri penjelasan tentang 'trotoar'. Bahwa trotoar adalah sebuah tempat yang ada di kanan dan kiri bahu jalan, biasanya bentuknya lebih tinggi beberapa meter dibanding jalan raya.

Sedikit-sedikit Senja mengangguk, mungkib mulai paham. Lalu saya bilang kalau di depan SD-nya, di SD Muhammadiyah Kauman juga ada trotoar. Kemudian, sekali lagi saya tanya, trotoar berfungsi untuk apa? Senja malah jawab, "kalau di depan sekolahku, trotoarnya dipake buat jualan angkringan, Mbak."

Toeng. Sontak saya ngakak. Antara lucu dan miris. Benar juga jawaban Senja. Di hampir semua titik di kota besar, trotoar memang sudah beralih fungsi menjadi tempat mangkal pedagang kaki lima ataupun jadi lahan parkir ilegal.

Pejalan kaki yang menjadi minoritas harus mengalah. De…

Jogja Outdoor Show dan Hasrat Gaul Anak Muda

Tanggal 3 sampai 6 November ini bertempat di GOR UNY dihelat sebuah event yaitu Jogja Outdoor Show atau JOS. Event ini adalah kali kedua yang dilaksanakan di Jogja setelah tahun lalu diadakan bertempat di Gedung LPP Jalan Solo. Sebelumnya, event ini juga digelar di Kota Malang.

JOS menghadirkan 50 brand penyedia produk outdoor dari seluruh wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kebetulan, di event ini saya membantu senior menjaga stand miliknya dengan brand Jogja Adventure Kids yang berfokus pada produk dan program khusus untuk anak-anak.

Sembari menjaga stand, saya mengamati riuhnya suasana pameran mulai hari pertama. Event ini tidak hanya berisi penjualan produk, tapi juga diselingi dengan talkshow tentang wisata maupun pelatihan singkat mengenai ilmu survival dasar yang biasa diajarkan di komunitas pecinta alam. Pengunjung yang hadir didominasi oleh anak muda kalangan mahasiswa, sebagian kecil orang tua beserta anaknya. Saya juga melihat banyak orang yang keluar dari GOR UNY tanpa …

Bersih

Dalam buku Fikih Islam terbitan manapun, baik penerbit yang berafiliasi dengan Muhammadiyah maupun NU, bab pertama fikih adalah bagian Thaharah atau bersuci. Jelas bahwa Allah SWT menyukai hal-hal yang bersih dan mengajak umat-Nya untuk menjaga kesucian diri.

Jadi, kalau kamu mengaku Islam tapi males mandi, males sikat gigi, gak pernah bersihin kamar, gak pernah mau membersihkan sisa makanmu dan meninggalkan bekas kotak makanmu di meja publik. Itu bukan Islam namanya.

Islammu bukan hanya dilihat dari sorban atau jilbab panjang yang kamu kenakan.
Islammu tidak dilihat dari kemarahan akibat emosi sesaat.

Islamku bersih.
Islamku ramah.

Belanjalah di Warung Kelontong Dekat Rumah

Gambar
Setiap kali barang kebutuhan sehari-hari di rumah stoknya habis dan tiba waktunya kami berbelanja, bapak selalu berpesan pada mama dan kami semua anak-anaknya agar selalu berbelanja di warung kelontong milik tetangga yang ada di kanan kiri rumah kami. Di lingkungan rumah kami yang berlokasi di komplek perumahan sederhana di Kota Tangerang, seingat saya di gang rumah ada empat warung kelontong kecil. Selain ke pasar, tiap kali gula, minyak sayur, garam, sabun, ataupun sampo habis, kami selalu membeli bergantian ke empat warung tersebut.

Waktu bapak menasihati kami, Indomaret dan Alfamart memang belum seramai sekarang ini sehingga mau tidak mau, kami pasti berbelanja di warung tersebut. Mulai tahun 2002-2003, satu per satu toko waralaba tersebut hadir di komplek rumah kami. Awalnya Indomaret yang ada di seberang komplek. Dulu, tiap pulang sekolah, saya beberapa kali mampir ke Indomaret dengan alasan ngadem karena AC nya cukup menyejukkan setelah hampir 40 menit berada di angkot dari se…

Salon: Tempat Pelarian Perempuan Kelas Menengah

Bahwa sejarah berdirinya salon dan mall sebagai tempat pelarian kelas menengah Barat akibat domestifikasi perempuan memang benar adanya. Alasan tersebut sekarang bergeser, salon dan mall gak hanya sebagai pelarian atas domestifikasi perempuan, tapi juga ruang pelarian perempuan-perempuan pekerja dari rutinitas dan beban pekerjaan yang sepertinya gak habis-habis, juga bagi mahasiswa Jogja yang didominasi dari kalangan kelas menengah. Maka, Flaurent Salon dan Spa yang cukup terkenal di kalangan mahasiswi Yogyakarta hadir untuk memenuhi hasrat tersebut. 
Siang tadi di salon, agak sedikit nggaya setelah berhasil mengumpulkan sisa uang bulanan, saya merasakan nikmatnya jadi kelas menengah yang bisa dengan mudah membelanjakan uang untuk gaya hidup. Salon, toko buku, dan toko baju belakangan menjadi pelarian saya dari berbagai rutinitas dan kepenatan. Sambil dipijit mbak-mbak salon, saya berpikir betapa Flaurent pintar menangkap peluang di bisnis gaya hidup. Flaurent Salon dan Spa punya lim…

Sepuluh Fakta Tentang Saya

Judul di atas ngingetin saya dengan acara TV di Trans7 "On the Spot". Sepuluh fakta tentang saya ini versi On the Spot kah? Versi persepsi orang lain terhadap saya kah? Atau versi saya sendiri atas pandangan diri saya sendiri?

Oke, mungkin maksud admin versi diri saya sendiri untuk memperkenalkan diri kepada khalayak lain sesama peserta #BBKU3 atau pengunjung yang mampir ke blog kita.

Berikut 10 fakta tentang saya:
1. Nama saya Aulia Taarufi. Terjemah bebas dari nama saya menurut Mama adalah seorang pemimpin yang selalu ingin mengetahui. Mungkin maksudnya, orang tua saya pengen saya punya hiwa pembelajar dengan rasa ingin tahu yang tinggi. Alias tukang kepo, LOL. Belakangan, sejak kosakata 'taaruf' alias pacaran ala-ala Islami (?) itu rame di Indonesia, banyak yang ngira kalo nama saya itu nama alay di Facebook. Pffttt...

2. Saya lahir di Jepara, 4 April, 26 tahun lalu.

3. Walaupun lahir di Jepara, saya dibesarkan di kota Tangerang sampai SMA, dan bertumbuh di kota J…