Cantik

Pagi ini di salah satu grup Whatsapp saya teman-teman yang didominasi kaum Adam ramai membicarakan rubrik tokoh koran Tribun. Tersebutlah seorang psikolog bernama Analisa yang katanya mau mendengarkan curhatan orang lain. Berikut potongan judul berita tentang Analisa:
Kabar gembira untuk kita semua, mbak psikolog nan cantik ini siap menerima curhatanmu. Jadi, yang butuh curhat dan gak tau harus membuang sampahnya kemana, segera deh kontak mbak yang memang cantik ini.

Oke, bukan masalah si mbak dengan senyum manisnya yang menawan yang akan saya bincangkan di sini. Coba cermati judulnya, Psikolog Cantik ini Siap Terima Curhatanmu. Ada kosakata cantik di sana.

Belakangan ini, media ramai dengan judul berita yang bertema cantik. Tema ini muncul sebagai impas dari dominasi patriarki yang hadir di internet. Keburukan dari Dominasi patriarki adalah menjadikan kaum perempuan sebagai objek mereka. Jika ditilik lebih jauh, media di Indonesia masih banyak yang menggunakan bahasa bias gender. Asumsi bahwa penikmat media masih didominasi oleh kalangan laki-laki menjadikan dasar penggunaan kosakata cantik untuk menarik pembaca.

Sederhananya, yang memuat berita ini adalah sebuah koran, yang apabila boleh menggunakan kategori kelas, ditujukan untuk masyarakat kelas bawah yang penuh fantasi akan hal-hal yang indah.

Komentar

  1. cantik lagiiii..... kayak berita yg kapan hari km bagi di fb mak..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Via Vallen Digemari? : Sebuah Amatan tentang Via Vallen

Salon: Tempat Pelarian Perempuan Kelas Menengah