Kemana Perginya Sumbangan?

Sudah mafhum bagi kita warga Indonesia akan adanya bencana alam. Banjir, gunung neletus, tanah longsor, gempa, dan terakhir kebakaran hutan yang menyebabkan sebagian daerah di Sumatra dan Kalimantan terkena kabut asap. Kalau yang kabut asap ini, beberapa publikasi menyebutkan selain dipicu oleh kemarau panjang juga dikarenakan kegiatan pembakaran hutan yang disengaja. Kaitannya dengan perluasan lahan usaha dari beberapa perusahaan.

Bencana alam tentu menimbulkan banyak korban. Entah korban materi dan non materi. Juga korban perasaan. *iyuh*
Tentu korban-korban itu perlu banyak bantuan dari pihak-pihak luar yang mampu. Akhirnya, banyak lembaga yang menghimpun dana dari masyarakat luas dan membagikan kepada para korban.

Selain dari lembaga semacam PMI di pihak negara atau Rumah Zakat di pihak swasta juga muncul gerakan inisiatif dari warga.

Media sosial memiliki andil dalam gerakan sosial ini. Beberapa orang hanya menuliskan kicauan di twitter lantas di-retweet oleh orang lain dan berimbas pada orang di sekitarnya. Begitu seterusnya, seperti permainan getok tular.

Yang disayangkan adalah bagaimana pengelolaan kegiatan amal tersebut. Apakah benar disalurkan? Kalau iya, disalurkan kemana? Berapa jumlah dana yang diterima? Dan bagaimana laporan pertanggungjawabannya?

Yang mengherankan, masih ada banyak daerah yang kadangkala mengeluh belum mendapat bantuan apa-apa. Gerakan sosial memang ada dimana-mana. Akan tetapi kalau tidak dikoordinasikan dengan baik, sama aja bohong. Cuma kayak kacang goreng aja.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Via Vallen Digemari? : Sebuah Amatan tentang Via Vallen

Salon: Tempat Pelarian Perempuan Kelas Menengah