Siapa mau jadi petani

Di lokasi outbound tempat saya mencari sesuap nasi, ada paket pendidikan alam untuk anak-anak tingkat dasar. Dalam paket tersebut ada sebuah permainan yaitu najak tandur. Di sana anak-anak bisa belajar menanam padi langsung di sawah dan dan juga belajar membajak sawah bersama Pak Tani dan dua ekor kerbaunya. Pada akhir permainan bajak tandur, saya selalu bertanya ke adik-adik peserta, "Siapa yang mau jadi petani?" Lalu apa jawaban mereka? Hening! Tidak ada yang menjawab iya atau saya. 

Mungkin, menjadi petani bukanlah profesi yang keren. Dilihat secara langsung, bekerja di sawah dekat dengan kekotoran dan bau matahari. Saya sendiri tidak pernah punya cita-cita menjadi petani. Sederhana saja, keluarga inti saya tidak dekat dengan pekerjaan tani.

Petani di Indonesia memang bukan pilihan yang tepat. Selama ini hasil kerja mereka yang berat itu tidak diimbangi dengan hasil yang memuaskan. 
*bersambung*

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Mengapa Via Vallen Digemari? : Sebuah Amatan tentang Via Vallen

Salon: Tempat Pelarian Perempuan Kelas Menengah